Stroke terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebab terjadinya gangguan aliran darah ke otak. Perbedaan jenis stroke ini sangat berpengaruh terhadap kondisi awal pasien, pilihan penanganan, serta dampak yang dirasakan pada tubuh. Dengan memahami jenis stroke yang dialami, pasien dan keluarga dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai perjalanan penyakit, tantangan yang mungkin dihadapi, serta proses pemulihan yang akan dijalani.
Secara umum, jenis-jenis stroke dapat dipahami sebagai berikut:
- Stroke iskemik, yaitu stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah. Kondisi ini menyebabkan aliran darah dan oksigen ke otak terhenti. Stroke iskemik merupakan jenis yang paling sering terjadi.
- Stroke hemoragik, yaitu stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menimbulkan perdarahan dan peningkatan tekanan di dalam otak. Kondisi ini biasanya memerlukan penanganan intensif sejak awal.
Dampak stroke terhadap fungsi gerak dapat berbeda antara stroke iskemik dan stroke hemoragik. Pada fase awal, pasien dengan stroke hemoragik umumnya mengalami kondisi yang lebih berat dan membutuhkan perawatan serta rehabilitasi yang lebih intensif. Namun, pada sebagian pasien, perbaikan fungsi gerak dapat terjadi secara signifikan seiring berjalannya waktu. Sementara itu, pasien stroke iskemik biasanya mengalami proses pemulihan yang lebih bertahap, yang dapat berlangsung selama beberapa bulan setelah serangan. Tingkat keparahan stroke, usia pasien, serta adanya penyakit penyerta sangat memengaruhi hasil pemulihan fungsi gerak.
Selain gangguan gerak, stroke juga dapat memengaruhi kemampuan bicara, berkomunikasi, dan berpikir. Stroke yang mengenai sisi kiri otak sering menyebabkan gangguan bicara dan kesulitan dalam menyampaikan atau memahami bahasa. Sebaliknya, stroke yang terjadi pada sisi kanan otak lebih sering berdampak pada kemampuan persepsi, perhatian, dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Pada banyak pasien, gangguan bicara dan komunikasi dapat membaik dengan terapi yang tepat. Namun, sebagian pasien tetap memerlukan dukungan jangka panjang agar dapat beradaptasi dengan perubahan fungsi kognitif dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Artikel
- Oosterveer, D. M., Wermer, M. J. H., Volker, G., & Vlieland, T. P. M. V. (2022). Are There Differences in Long-Term Functioning and Recovery Between Hemorrhagic and Ischemic Stroke Patients Receiving Rehabilitation? Journal of Stroke and Cerebrovascular Diseases, 31(3), 106294.
- Williams, E., Jackson, H., Wagland, J., & Martini, A. (2020). Community Rehabilitation Outcomes for Different Stroke Diagnoses: An Observational Cohort Study. Archives of Rehabilitation Research and Clinical Translation, 2(2), 100047.
- Salvadori, E., Papi, G., Insalata, G., Rinnoci, V., Donnini, I., Martini, M., Falsini, C., Hakiki, B., Romoli, A., Barbato, C., Polcaro, P., Casamorata, F., Macchi, C., Cecchi, F., & Poggesi, A. (2020). Comparison between Ischemic and Hemorrhagic Strokes in Functional Outcome at Discharge from an Intensive Rehabilitation Hospital. Diagnostics, 11(1), 38.